Itu puisi buatanku, asli, kalo kalian nemu yang sama bentuknya kalian boleh salahkan aku, karena aku hanya amatiran.
Waktu itu aku SMP kelas 1, baru masuk gitu, jadi anak baru, jadi bahan olokan kakak kelas, salah gak salah harus salah, kuat gak kuat harus kuat, dan aku lihat dari kejamnya kehidupan ada kakak kelas yang bersinar sampai-sampai aku harus pake kecamata anti radiasi supaya bisa liat dia dengan jelas.
Dia kejam aku suka, dia cerewet aku suka, dia melotot aku kena genjutsunya, iya mungkin aku suka sama dia, katanya kalo orang sudah suka sama orang, biasanya orang hanya liat sisi baiknya orang itu aja, namanya Teh Kirana.
Sebagai seorang lelaki yang punya jiwa lelaki tak seperti kebanyakan lelaki-lelaki atau lagi mabok, soalnya keberanian dan kepercayaan diri yang melambung tinggi, ingat itu adalah salah satu kunci sukses, aku berjalan langsung mendekatinya disaat singa-singa sedang tidur aku yang hanya seekor kucing tak bertaring tapi berbisa mulai beraksi.
"Hey kak, kakak kan yang punya akun ig kirana69 itu?"
"Iya benar, darimana kamu tahu?"senyum
"Body kakak, heeee"
"Ah kamu bisa aja"
"Aku nge panns sama kakak, video videonya keren".
Aku basa basi dan alhasil mendapatkan kontaknya, walaupun emang dipajang di ig, tapi plus tanda tangan, aku bahagia.
Aku chat dia, aku mulai dekat dengannya, aku keluarkan jurus gombalan yang tak mainstream, aku googling cari cara menembak cewek supaya tak dilupakan, segala cara aku halalkan, tapi tuhan berkata lain.
Keesokan harinya dari waktu lama yang aku tempuh untuk pdkt dia gak sekolah, aku tanya teman-temannya dan mendapat berita buruk terburuk, dia akan nikah minggu depan dan harus putus sekolah, rumornya sih karena telat datang bulan, aku kecewa, aku sedih, kenapa aku belum coba.
Seminggu kemudian, aku datang kepernikahannya, aku menyaksikan ijab kabulnya, itu sedih cooy sedih bangeet dah, aku nangis, orang tertawa, hidup memang kejam, aku peluk orang yang ada di dekatku, aku dikartu, ini pernikahan apa pertandingan coba.
"cinta yang tak terungkapkan tidak lebih baik daripada cinta yang diterlantarkan", aku hanya bisa mencintainya dalam diam, dalam doa aku ucapkan, semoga jalanku dan jalannya menjadi pertigaan.

Belum ada tanggapan untuk "Cinta Dalam Do'a"
Post a Comment