![]() |
| Sabuk Gunung Pesawahan Cibeunteur |
Cibeunteur adalah nama kampungku yang letaknya ada di pojok Kab Singaparna, disana aku dilahirkan dan dibesarkan layaknya anak-anak lain, aku ingat saat aku kecil hampir di depan setiap rumah itu ada pohon rindang, tapi sekarang keadaannya sudah sangat jauh berbeda, tapi mungkin kurasa itulah waktu yang takan bisa kita sagkal lajunya.
Aku teringat dulu ketika sering main ke hutan bersama teman-temanku, mugkin saat aku kelas 4 SD, saat aku masih belum tahu apa-apa, tapi aku masih mengingat kejadian yang menimpaku saat itu.
Saat malam, kira-kira jam 8 pan, aku sudah di suruh tidur sama ibuku, karena tidak ngantuk, aku hanya berbaring melihat sembari pikiran melayang entah kemana, waktu itu aku sudah tidur sendiri, karena ibuku tidur bersama adiku yang murnya baru dua tahunan. Lama-lama kantuku datang dan ketika aku sudah kehilangan kesadaran setengahnya mungkin, ku merasa ada yang berdesis dan merayap ke atas tubuhku, perlahan aku buka mata, ASTAGA, ternyata itu adalah ular hitam yang sisiknya mengkilap, matanya berkilau seperti mengeluarkan cahaya, ekrnya buntet, aku ingin sekali berteriak dan beranjak dari kasur, tetapi entah kenapa semakin aku ingin bergerak, semakin aku merasa enggak bisa menggerakan tubuhku, suaraku seakan-akan hilang, mungkin ini yang dinamakan ketidihan. Aku pun berkeringat dingin karena sangat ketakutan dan yang bisa aku lakukan adalah berdoa seraya melihat ular itu beranjak pergi dari atas tubuhku, ularnya emang enggak terlalu besar, kurang dari satu meteran.
Setelah ular itu beranjak dan masuk ke bawah kasurku, aku akhirnya seakan bisa bernapas kembali dan segera lari sambil nangis ke orang tauku, aku ceritakan semuanya dan ayahku langsung membawa tongkat dan senter, mungkin berniat untuk membunuh ular itu, tapi pas aku dan orang tuaku kesana lagi mencari ular itu, ular itu enggak ada, aku malah yang disangka mungkin tadi hanya mimpi, tapi aku rasa bukan. Aku pun tidur bersama orang tuaku karena takut tidur sendiri.
Besoknya abahku datang ke rumah karena mendengar kejadian saat malam dari ibuku, kira-kira pas jam 7 malam, ular itu muncul lagi, tapi sekarang munculnya di ruang tamu, serentak orang-orang yang ada di rumahku heboh dan langsung membawa sesuatu untuk membunuh ular itu, saat melihat ular itu menuju ke bawah meja terus pas dicari, langsung enggak ada, ini aneh sekali, aku hanya mendengar perbincangan orang-orang dewasa bahwa ular itu mungkin jelmaan dari jin atau semacamnya. Tapi, yang jadi pertanynaannya adalah kenapa ular itu mengganggu keluargaku. Aku jadi merasa takut kalau tinggal di rumah, jadinya malam itu aku nginap di rumah abahku yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumahku.
Tapi, ternyata gangguan ular itu tidak berhenti disana saja, karena besoknya saat aku pulang sekolah, terus lewat jalan kecil, hanya setapakan besar jalannya, terus melintasi hutan bambu yang terbilang agak dan pesawahan, pinggiran jalannya adalah sungai kecil yang mengalir mengikuti lekak likuknya jalan, aku memang sering pulang-pergi ke sekolah lewat sana karena emang lebih dekat dripada harus lewat jalan lain.
Pas aku lengah bermain dengan temanku, ada sesuatu yang terbang dari arah bawah menyambarku, ternyata itu adalah ular yang sering kali aku lihat di rumah, serentak aku merasa ketakutan karena kalau aku tidak memakai tas yang di kepinggirkan, bukan tas gendong, mungkin perutku sudah di gigit oleh itu ular, aku bersama temna-temanku pun langsung agak menjauh dari ular itu dan membawa kayu-kayu untuk membunuh ular itu. Aku bukannya enggak takut, tapi karena emang biasanya kalau ada sesuatu seperti itu, kita malah seneng dan memburunya, wajar anak kampung, bukan penakut.
Aku merasa ular itu terus menatap padaku, Pada saat aku terlena dengan tatapannya, untung teman-temanku langsung mengeroyok itu ular yang berani-beraninnya enggak kabur lihat geng kita sampai terlihat seperti sekarat. "Kalau mau ngebunuh ular itu harus hancurin kepalannya dengan ekornnya, karena kalau enggak seperti itu, biasanya mereka (ular) itu akan menyembuhkan diri dengan menempelkan ekornya ke kepalannya" setelah mendengar ucapan salah satu temanku langsung aku percaya pada apa yang dia katakan, kalau sekarang aku pikir-pikir lagi, apa hubungannya gitu, apa mungkin di ekor ular itu ada tas yang berisi obat-obatan penyembuh atau emag kenapa?
Besoknya banyak temanku yang tidak sekolah karena sakit, aku langsung berpikir mungkin karena membunuh ular yang kemarin, berhubung karena aku tidak ikut ngeroyok jadinya sekarang aku masih sehat.
Sesudah kejadian itu, aku tidak mendengar atau melihat lagi ada ular hitam di rumahku, tapi pas ke 7 hari sesudah ular itu mati karena dikeroyok, aku mimpi buruk, aku melihat ular itu berubah jadi seseorang wanita yang sangat cantik sekali, dia marah padaku karena aku membanjiri rumahnya yang ada di hutan dengan cairan hangat yang bau, dia langsung menamparku dan nangis terus pergi entah kemana, aku hanya terdiam karena takut, terus juga tamparannya enggak terasa karena hanya di mimpi.
Saat bangun aku ceritakan ke ibuku mimpi semalam, akhirnyaa ibuku mengundang kiyai untuk mebesihkan tubuhku katanya, aku di jampe-jampe dan aku merasa aku langsung berebutan tubuh dengan sesuatu atau seseorang, aku hampir kehilangan kesadaranku sampai aku muntah saat itu, tapi sesudah muntah aku merasa langsung baikan.
Dan, kata kiyai itu berkata padaku untuk tidak kencing di sembarang tempat, apalagi mengencingi lubang-lubang sesuatu.
****
Sebulanan setelah kejadian itu, tidak terjadi apa-apalagi padaku. Ketika bermain dengan teman-temanku kalau melihat lubang, bukannya ingin aku kencingi, tapi aku malah penasaran dengan apa yang ada di dalamnya, terus aku dan teman-temanku pun bongkar. . . . . . . . . .
TTTIIIIIDDDAAAAAKKKKK
Saat bangun aku ceritakan ke ibuku mimpi semalam, akhirnyaa ibuku mengundang kiyai untuk mebesihkan tubuhku katanya, aku di jampe-jampe dan aku merasa aku langsung berebutan tubuh dengan sesuatu atau seseorang, aku hampir kehilangan kesadaranku sampai aku muntah saat itu, tapi sesudah muntah aku merasa langsung baikan.
Dan, kata kiyai itu berkata padaku untuk tidak kencing di sembarang tempat, apalagi mengencingi lubang-lubang sesuatu.
****
Sebulanan setelah kejadian itu, tidak terjadi apa-apalagi padaku. Ketika bermain dengan teman-temanku kalau melihat lubang, bukannya ingin aku kencingi, tapi aku malah penasaran dengan apa yang ada di dalamnya, terus aku dan teman-temanku pun bongkar. . . . . . . . . .
TTTIIIIIDDDAAAAAKKKKK

tulisan yang sangat menarik sekali sob..kunjung ya blog saya..http://www.duniacerita.com/
ReplyDelete