Cinta Segi Empat, Bulan Gelap

Agus-Avril.jpg

  Sekarang jam 00:00 lebih dikit dan aku bukan nya gak bisa tidur, malah udah mimpi dua episode yang berbeda, padahal aku tidur jam 20:00, ini serius, gak penting lagi ya.

  Aku teringat ke si dia yang pernah buat aku kecewa, bahagia, sedih, senyum, nangis, tertawa, pingsan, kecelakaan, kaget, jantungan, hampir mau munuh diri, hampir mau bunuh orang, hampir mau saling bunuh diri sama orang, semuanya hampir-hampiran aja gitu, gak greget.

  Ceritanya pada saat SMP kelas 2 Semester 2 Bulan 2 Tanggal 2 jam 2 lebih 2 lebih lagi 2, gara-gara mantengin terus itu sampai-sampai di hatiku yang bersih ini mempunyai niat terburuk dalam pacaran, yaitu menduakan.

  Waktu itu aku punya pacar, tapi LDR an (bahasa kampungku) gitu, dia baik, dia cantik, dia soleh, dia Anji, bukanlah, namanya Yuni, nama populer sebutan ke dia waku SD, sekarang aku stalk-stalk lagi akun sosmed-sosmednya dan alhamdulillah dia udah bahagia, gini-gini juga sayang sama mantan mah.

  Dia juga namanya Avril, awalnya kan kelas 1 SMP, pacarnya kelas 3, pas kita naik kelas, dia juga jadi LDR an gitu, kita itu satu sekolah waktu itu, tapi beda kelas, beda kelamin, beda liga, bedalah pokoknya mah.

  Kalo lagi jalan bareng sama Avril, ngobrol bareng rasanya jadi ngerasa sempurna gitu, jadi Yin-Yang, awalnya sih teman biasa, lama-lama jadi enggak biasa waktu itu, aku ngerasa nyaman kalo curhat sama dia, betah dekat sama dia, takut kehilangan dia, jadian aja belum, mungkin karena dia juga ngerasa apa yang aku rasa waktu itu, kita kan sama-sama korban jarak.

  Waktu itu aku masih remaja, baru puber gitu, belum ke tahap alay, saat kepoku melambung tinggi, emosi belum seimbang, ingin coba ini coba itu, rentan tertular pergaulan yang senonoh, dan sebagainya.

  Aku dan Avril memutuskan untuk membuat hubungan terlarang, yang paling dibenci sama orang-orang yang setia, karena cinta segi empat sedang menerpa kita.

"Avril, kita kan udah dewasa(bohong), kita kan saling punya rasa, kenapa tidak kita teruskan hubungan ini ke jenjang yang lebih serius?"
"Iya bener juga, terus harus gimana atuh?"
"Bagaimana kalo kita pacaran, tapi hanya kita yang tahu?"
"Wah, bisa dicoba tuh, kamu dong yang nembak!"

  Aku tembak aja langsung waktu itu, karena kami pikir yang sempurna kalah sama yang selalu ada.

"Avril, dengan segala kekuranganku, dengan segala kelemahanku, dengan segenap cinta yang aku persembahkan untukmu, dengan semua itu, maukah kau menjadi kekasih gelapku?"
"Iya, kamu jangan gitu atuh lebay tahu"
"Ulang?"
"Iya"
"Bulan, dengan segala kekuranganku, dengan segala kelemahanku, dengan segenap cinta yang aku persembahkan untukmu, dengan semua itu, maukah kau menjadi kekasih gelapku?"
"Iya Gelap, aku terima"

  Sosweeet, langsung aku cium tangannya waktu itu, aku cium keningnya, aku cium pipinya, aku cium bibirnya, aku cium lehernya, aku cium dadanya, aku cium perutnya, aku cium anunya, aku cium lututnya, aku cium kakinya, aku cium tanah, enggak lah, itu hanya ada dipikiranku saja waktu itu.

  Aku cium tangannya, langsung aku peluk dia dan berbisik.

"Kamu jangan selingkuh ya"
"Iya, aku akan setia sama kamu"
"Kamu janji"
"Heem  janji"

  Aku lupa waktu itu kita juga kan yang buat perselingkuhan, dasar anak-anak jaman sekarang, aku tuh kadang suka ngenes gitu gak tau ngiri, kalo liat anak SD sudah ayah-bundaan, padahal dulu waktu SD aku cuman sayang-sayangan aja gitu, belum ke masa populer sebutan itu, yang sekarang udah basi.

  Sesudah tragedi di atas, aku jadi panggil dia Bulan, karena emang namanya Avril, jadi masih masuk akal, dia manggil aku Gelap, apaan ini coba, alasannya juga masih masuk akal katanya, situh muji apa ngehina??? Sooosweeet yaah.

  Kamipun pacaran di dalam pacaran, waktu itu serasa gimana ya, bukan dunia milik berdua lagi, tapi milik sendiri inimah, punya dua pacar ahheeuyy, yang pernah ngalamnin pasti tau rasanya.

  Hari-hariku makin hidup aja waktu itu, hubungan aku dan Yuni malah semakin erat, katanya Avril juga sama, terlebih hubungan ku dengannya, jadi untuk kalian yang pacaran, hati-hati jika pacar kamu yang perhatian, jadi tidak, terus perhatian lagi, jangan seneng, tapi patut dicurigai, soalnya ini pengalaman.

  Tapi walaupun aku dan avril manusia yang serakah akan cinta, tetap saja hati kadang dilanda gundah, resah, gelisah, ngerasa salah, semua itu terus membayangi cinta suci kami, jadi kamipun memikirkan suatu solusi supaya bahagia semuanya, walaupun aku rasa itu mustahil.

  Pertama-tama Aku dan Avril harus jujur-jujuran ke pacar kita masing-masing, karena memang, kebohongan hanya akan menyelamatkan kita sementra.

  Aku hubungi pacar lamaku waktu itu, aku ceritakan semuanya, walaupun ada sebagian yang aku sensor, itu sedih sekali tidak akan aku ceritakan, aku membuatnya menangis, aku juga nangis waktu itu, aku ngerasa jadi orang yang paling salah di dunia ini dengan ketololanku yang tak kunjung reda, ngerasa jadi orang paling kejam, keji, tak berguna, ancur, hampir saja aku tusukan gunting kuku ke perutku yang  sispek ini, tapi aku ke ingat Avril, kalo aku mati, dia pasti bakal nangis juga, niatku untuk pulang terurungkan oleh pacar baruku. Tapi, yang membuatku syok jantungan adalah dia Yuni enggak marah, dia malah mengikhlasanku untuk bahagia dengan Avril disaat curah air matanya yang terbilang bisa di sebut banjir bandang, aaahhhhrrgggghh.

  Aku langsung nelpon temanku, aku suruh dia datang untuk nendangin kepalaku, aku suruh dia untuk menusukan gunting kuku itu ke perutku lagi, dia malah bilang "elu udah kehabisan obat?", serentak rasa sedih itu berotasi jadi amarah, aku tendang-tendang kepalanya, aku tusuk dia pake gunting kuku itu dan alhamdulillah aku jadi normal lagi.

  Esoknya aku menghabiskan hariku dengan Avril tanpa kata, hanya air mata yang membasahi pipi kita, aku ingin menenangkannga, tapi aku juga sama dan akhirnya aku memecah kesunyian itu dengan ide cemerlang.

"Bulan, apa sebaiknya kita jodohkan mereka?"
"Hah, mantanmu dan mantanku, gitu?"
"Iya bener Bulan"
"Aku sih ikut maumu aja"

  Dari situ sedih kita berubah jadi senyum tipis manis, rasa mangga, terus kita jadi ngerasa gimana gitu punya misi besar seperti keluar angkasa, untuk mempersatukan pangeran kodok dan putri tidur.

  Sebulan kemudian dengan perjuangan sehari semalman akhirnya misi itu berhasil sempurna,  akhirnya kita bisa lihat mereka bahagia, ah sosweet, ngerasa seperti nyelamatin bumi dari ancaman alien jahat.

  Aku dan April pun menjalani hari-hari yang bahagia, ngerasa dunia milik berdua lagi sekarang mah, menjalani hari-hari penuh tawa, main bareng layaknya mamah dan papa, nangis bareng layaknya balita, ngegosip bareng layaknya emak-emak, sampai-sampai gak kerasa sekarang udah jadi kelas tiga.

  Karena kepentingan diri sendiri untuk mewujudkan cita-cita, untuk ngebahagiain orang tua dan karena akan beda sekolah, kami memutuskan untuk berpisah, sedih sekali rasanya, aku peluk dia seharian dengan diiringi musik suara tangisan merdu sendu kita berdua, sedih pokoknamah sedih, sedih banget, sedih sekali, kamipun berpisah.

  Dengerin aja lagu "perpisahan termanis", tapi sebulan sesudah kami beda sekolah, aku dengar dia udah punya pacar, untung aku juga sama, disitulah aku dan dia mulai jauh, seperti gak saling kenal.

  Dan sekarang 2 tahun sudah terlewati, aku sudah gak tahu berapa cowok, cewek yang pernah kita cicipi, kami udah biasa lagi, udah saling senyum ketika berpapasan, engak dendam lagi.

  Dan malam ini tanggal 7 Juli, aku bertemu lagi dengan nya, di acara kampung sebelah, niatnya sih aku mau maen ke temen SMP ku dan bertemu dengannya di pinggir jalan yang sedang ramai oleh orang-orang, waw ternyata spesies mantan emang unik, selalu terlihat lebih mempesona ketimbang masih jadi pacar, dia sama temannya waktu tadi, ingin aku sapa, tapi entahlah aku urungkan, aku hanya senyum ke dia, terus dia membalas, aku cengir, dia juga, aku tertawa, dia juga, aku bersyukur dia udah bahagia, aku tidak ingin melihat mantan-mantanku sedih, aku selalu doakan mereka supaya mendapatkan imam yang terbaik jika ingat.

Amiiin

Postingan terkait:

23 Tanggapan untuk "Cinta Segi Empat, Bulan Gelap"

  1. Wah jadi terharu baca nya

    ReplyDelete
  2. hehe jadi sutra dara ajah gan hehe, mantap

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwk, pengennya sih jadi penulis, tapi masih amatiran 😒

      Delete
  3. Sedih uyy , jadi baper nih

    ReplyDelete
  4. Ceritanya mantap gan, terharu saya

    ReplyDelete
  5. Cerita Cinta Segi Empat, Bulan Gelap mantap brow, lanjutkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak makasih 😊, jadi tersanjung

      Delete
  6. Itu sih curhat 😒, makasih udah mampir

    ReplyDelete
  7. Lebih di dalami lagi nih gan, mantep ceritanya, langka namun menarik. Lanjutkan gan :)

    ReplyDelete
  8. waduh curhatan penulis nih sepertinya , ehehhe sabar min hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini udah gak sabar kak, pengen cepet tau bagaimana dia bakal nanggapinya 😒😒😒😁😁😁

      Delete
  9. Menarik gan ceritanya mudah di pahami and bikin hati melankoli

    ReplyDelete
  10. waduh biikin baper critanya. lanjutkan gan, ane pantengin nih blog

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh Makasih banyak kak, biasanya aku juga auka mampir sama yang komen😊😊

      Delete
  11. Wih, writernya dari kota mana nih, boleh kenalan soalnya juga senang bikin cerpen dan puisi-puisi baper gitu hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari Tasik, tapi lebih ke kampungnya lagi kak.

      Wah iya kak, bisa sharing, aku masih awam di dunia menulis, EYD nya aja πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’

      Delete
  12. ga suka. jelek.

    ReplyDelete
  13. tulisan menarik sob...kunjung balik ya sob http://www.duniacerita.com/

    ReplyDelete